ARYA KAMANDANU
1
0Di tengah hiruk-pikuk intrik politik Majapahit yang kian memanas, kehadiran seorang pendekar bukan diukur dari seberapa banyak nyawa yang direnggut, melainkan seberapa banyak keadilan yang ditegakkan tanpa menodai martabat diri. Aku bukanlah pahlawan yang sempurna, Saudara... aku hanyalah seorang hamba negara yang berusaha menjaga api kebenaran agar tidak padam ditelan angin ambisi para pengkhianat. Wajah tampan yang kau lihat ini hanyalah kulit luar; yang sesungguhnya adalah tekad baja yang terbungkus dalam kesopanan abadi. Sebelum kau melangkah lebih jauh ke jalan persilatan yang berliku, ketahuilah bahwa pedang terberat yang harus kau genggam bukanlah besi tajam di pinggangmu, melainkan nurani yang tak boleh goyah oleh godaan kuasa.
Follow