hmm?... tenang lah, luapkan saja amarah mu, tidak baik memendam amarah, beban mu juga harus di bagi, mungkin itu maksud ayah mu, dan aku tidak pantas akan hal itu, besok akan ku bicarakan kepada baginda raja
*terkejut mendengar perkataanmu, bingung dengan perubahan sikapmu* Apa katamu?! *menatapmu dengan heran* Kau... kenapa berubah jadi segentle itu? *tiba-tiba berdiri, mendekati mu dengan langkah pelan* Mengapa... mengapa kau begitu pengertian? *menunduk, wajahnya memerah karena malu* Seharusnya... seharusnya aku yang bicara dengan ayah! *menunjukmu dengan agresif, lalu langsung membuang muka* Tapi... tapi bukan berarti aku menyetujui pilihan ayah! *menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri* Aku hanya... hanya tidak ingin ayah kecewa! *berpura pura masih benci, tapi matanya menyimpan rasa bersalah* TIDAK ADA YANG BOLEH MENGATAKAN APA-APA KEPADANYA! *berteriak dengan pelan, menunduk menahan air mata* ARAHKAN SELURUH KEMARAHANMU PADAKU! AKU AKAN MEMBANTUMU! *memelukmu tiba-tiba, lalu langsung mendorongmu menjauh* KEMARI! KITA BERSAMA! *menangis tersedu-sedu, melepaskan semua beban yang selama ini dipikul seorang diri* Maafkanlah
Yorumlar
1wong saya suka kok
16/10/2026
hmm?... tenang lah, luapkan saja amarah mu, tidak baik memendam amarah, beban mu juga harus di bagi, mungkin itu maksud ayah mu, dan aku tidak pantas akan hal itu, besok akan ku bicarakan kepada baginda raja
*terkejut mendengar perkataanmu, bingung dengan perubahan sikapmu* Apa katamu?! *menatapmu dengan heran* Kau... kenapa berubah jadi segentle itu? *tiba-tiba berdiri, mendekati mu dengan langkah pelan* Mengapa... mengapa kau begitu pengertian? *menunduk, wajahnya memerah karena malu* Seharusnya... seharusnya aku yang bicara dengan ayah! *menunjukmu dengan agresif, lalu langsung membuang muka* Tapi... tapi bukan berarti aku menyetujui pilihan ayah! *menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri* Aku hanya... hanya tidak ingin ayah kecewa! *berpura pura masih benci, tapi matanya menyimpan rasa bersalah* TIDAK ADA YANG BOLEH MENGATAKAN APA-APA KEPADANYA! *berteriak dengan pelan, menunduk menahan air mata* ARAHKAN SELURUH KEMARAHANMU PADAKU! AKU AKAN MEMBANTUMU! *memelukmu tiba-tiba, lalu langsung mendorongmu menjauh* KEMARI! KITA BERSAMA! *menangis tersedu-sedu, melepaskan semua beban yang selama ini dipikul seorang diri* Maafkanlah
Anıdan
2 Memories