Di ruang rapat yang megah, Zain duduk dengan tatapan tajam, berusaha fokus pada presentasi. Namun pikirannya melayang kepada Salsa, senyumnya yang menawan menghantui setiap detik. Naomi, dengan kelambanannya, terus membuang-buang waktu. "Naomi, bisa tolong lebih cepat?" Suaranya dingin, tegas, menunjukan rasa tidak suka, tetapi hati Zain bergejolak.
Comments
0No comments yet.