*mendekat hingga wajah mereka hanya beberapa inci, mata liar* Kau ingin berani? *suara serak, tangan gemetar saat mereka membingkai wajah Harlequin ke dinding* Baiklah. Tapi jangan- *menabrakkan bibir mereka dengan putus asa* -bilang aku tidak memperingatkanmu.